Jumat, 03 Mei 2013

Do'a mereka di balik kenakalan


Ya allah hari ini hampir saja bulir air mataku tumpah,
XI IPS B, Oskardianus Raja, Protasius, Abu Bekar Sualdin, dan Agustinus Tibo.
Aku tidak akan pernah tau kalau seandainya aku pergi dari sini selamanya, aku mencemaskan mereka, siapakah yang akan berusaha mengingatkan mereka pada nantinya, siapakah yang masih mengganggap kalau mereka semua itu murid yang punya potensi, siapakah??siapakah??
Aku lihat mereka dan aku tatap mereka dengan tatapan yang sayu, ingin aku memeluk mereka, ayo sayang mari berubah, mungkin hanya ibu disini yang begitu peduli dengan kalian bertiga, ibu ingin kalian itu menjadi sesorang yang dapat diperhitungkan, yang ketika kalian pergi dan dikenang itu adalah kebaikan kalian.
Tidakkah kalian punya impian, tidakah kalian punya cita-cita, ayo jangan hanya jadi seonggok daging yang punya nama saja, tapi jadilah manusia ketika kita tiadapun akan masih tetap dikenang.
Hari itu pagi di smansa wolowaru, memang kamis ini aku selalu datang lebih awal karena ada kelas pagi yakni di kelas XI IPS B, yakni kelas yang di dalamnya aku sangat bekerja keras, bekerja keras agar mereka mengganggap aku itu ada, menganggap bahwa mereka itu adalah oksigen dari timur.
Tidak seperti biasanya, kali ini yang aku suruh untuk membaca do’a adalah Protasius yang merupakan siswa laki-laki yang sering menyela ucapan guru-guru begitu juga hari ini dia mengaku kalo satu kelas telah membaca  do’a. Aku tau dia bohong....  yang aku bisa cuma tersenyum, dan lansung menyuruhnya untuk mempimpin do’a.
Setelah selesai berdo’a, protasius kataku,
Iya bu??
Apa isi do’amu barusan, ibu ingin tahu...
Seperti kebiasaan siswa disini mereka mulai menggaruk-garuk kepalanya, entah apa yang gatal, atau mungkin mereka berketombe atau punya kutu, tapi aku lihat kepala mereka bersih. Ya tapi seperti itulah budaya bagis siswa laki-laki disana, bisa disebut tradisi ya, dimana setiap siswa laki-laki kalau dalam keadaan malu, grogi, atau apalah namanya selalu menggaruk-garuk tangan mereka...
Kembali lagi dengan protasius...
Ayo apa protasius, apa isi do’a kamu, ibu ingin tau...
mmmmmmmmm..... (dengan penuh ledekan teman-temannya)
mmmmmmmmmm “ ya Tuhan berikanlah kelapangan fikiran dan hatiku untuk mengikuti pelajaran hari ini, dimana pelajaran yang akan bisa menuntunku ke masa depanku dan menggapai cita-citaku agar aku tidak menjadi seonggok daging yang punya nama saja”
lalu aku terdiam sejenak, mata ku lansung berkaca-kaca,, upss tunggu dulu aku tidak boleh terlihat melow di hadapan mereka, aku pun menelan air ludahku agar kaca-kaca itu tidak menjadi anak sungai dikelopak mataku...
semua hening mendengar do’anya protasisus, ternyata bukan hanya aku saja yang terharu tetapi siswa juga yang lain terharu mendengarkannya juga...
kemudian aku tersenyum kepada mereka, senyum yang tak pernah berhenti sampai materi di mulai
merekapun sampai heran melihat senyumku...
dalam senyumku banyak tulisan yang mengalir dipikiranku, ya allah ternyata selama ini ia sangat merekam kata-kataku padahal di dalam kelas ia  super aktif (super ngomong, super pindah-pindah tempat duduk, pokoknya super semua deh) seperti protasius pun mempunyai do’a yang sederhana tapi bisa membuat mataku berkaca-kaca, dan kelas hening. Hari ini aku mendapatkan pelajaran berarti dari mereka, karena bagiku belajar itu bukan hanya dari guru ke siswa tetapi juga bisa sebaliknya, ternyata di balik kenakalan mereka terselip harapan yang begitu besar yang sanggup mereka sampaikan hanya dalam do’a.
Aku melihat keatas, berdo’a ya ALLAh kabulkankan do’a nya dan mereka.
Dan aku akan merindukan hari ni XI IPS B....

1 komentar:

  1. Subhanallah... memang anak nakal tak selamanya negatif.. nakal bukan berarti tak bisa berprestasi..nakal bukan berarti mereka tidak peduli dengan kita..setiap guru memiliki cara untuk mendidik siswanya dan setiap siswa pun memiliki cara untuk belajar.

    BalasHapus